PENDIDIKAN INTER-RELIGIUS: WACANA MODERASI BERAGAMA DI RUANG PUBLIK

Paradigma Pendidikan Interreligius, Wacana Moderasi Beragama di Ruang Publik: Solusi Perdamaian antar Umat Beragama

  • RIZA MUHAMMAD uin syarif hidayatullah
  • IMRONUDIN IMRONUDIN FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN, INSTITUT UMMUL QURO AL-ISLAMI
Keywords: Pendidikan Interreligius, Pluralisme, Ruang publik

Abstract

Pendidikan interreligius merupakan solusi untuk masyarakat yang pluralistik, sebab berusaha memahami keunikan dari setiap agama untuk bersama-sama menjalin komunikasi berdasarkan tradisi agama masing-masing, sehingga muncul titik temu kesepahaman dalam beragama. Dalam ruang publik yang terbuka, sangat terasa urgensitasnya untuk membangun toleransi aktif karena setiap agama sama-sama memiliki hak untuk tumbuh dan membangun moderasi tanpa mengucilkan agama yang berbeda darinya. Jika tidak segera dibumikan, maka akan sulit membangun harmonisasi bergama di ruang publik sehingga akan terus melahirkan konflik disertai pengakuan eksistensi satu agama. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, usaha mengungkap realitas empiris. Pendekatan dan analisa yang digunakan adalah verstehen dan fenomenologi, yakni keterbukaan manusia dengan realita dunianya dimana dirinya hidup dengan memahami konsep dasar, hambatan, prospek, dan bentuk-bentuk pendidikan interreligius sebagai wacana moderasi antar umat beragama. Penelitian ini berkesimpulan, pendidikan ini menanamkan pengetahuan luas, berkemanusiaan dan meminimalisir konflik, karena umat beragama bebas berdiskusi dan mencari titik persamaan, sekalipun keadaan mereka berbeda.

References

Ali, M. (2003). Teologi Pluralis Multikultural. Jakarta: Kompas.

Amstrong, K., & Silva, D. d. (2015). Islamophobia: Sebuah Acara Natal Yang Tak Biasa (Inggris). Bandung: Mizan.

Boase, R. (2005). Islam and Global Dialogue Religious Pluralism and The Pursuit of Peace . London: Ashgate Publishing Liited, University of London.

Dede, R., & Maman, K. (2006). Metodologi Penelitian Agama Teori dan Praktik. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Durka, G. (2016). The Philosophical and Theoritical Aspects Of Interreligious Education. Internasional Handbook Of Interreligious Education, 1.

Faizin, K. (2013). Kritik atas Nalar Kritis Pluralisme Agama. Jurnal Al Adalah.

Gordon, S. C., & Arenstein, B. (2017). Interfaith education: A new model for today’s interfaith families. Education(Interfaith Families), 2.

Gunawan, & Sri, L. A. (2019). Diskursus Agama Dalam Ruang Publik Menurut Jurgen Habermas. Logos: Jurnal Filsafat -Teologi, 2.

Hanafi, M. (2008). Hubungan Antar Agama. Jurnal Suhuf.

Hardianto, P. D. (2014). Pentingnya Pendidikan Interreligiusitas di Sekolah Dasar. Theologi Universitas Sanata Dharma.

Hardiman, F. B. (2003). Heidegger dan Mistik Keseharian: Suatu Pengantar Menuju Sein und Zeit. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Husaini, A. (2005). Pluralisme Agama Hram. Jakarta: Pustaka Kaustar.

Imronuddin. (2021). Pendidikan Interreligius Perspektif Al-Quran. Bekasi: Bahasa Cerdas Hati.

Iqbal, M. M. (2014). Pendidikan Multikultura Interreligius: Upaya Menyemai Perdamaian dalam Heterogenitas Agama Perspektif Indonesia. Sosio Didakta.

Komaidi, D. (2005). Pendidikan Agama di Tengah Pluralisme Bangsa: Dari Paradigma Eksklusif ke Inklusif. Samarinda: JPI FIAU Umsam Tarbiyah.

Kristiawan, D. (2020). Merengkuh yang Lain: Dialog Interreligius dan Transformasi Diri terhadap yang Lain. Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen, Vol.1.

Kuswanjoro, A. (2006). Filsafat Perennial dan Rekonstruksi Pemahaman Keagamaan. Jurnal Filsafat UGM.

Marzuki. (2001). Pluralitas AGama dan Umat Beragama di Indonesia (Mencari Pendidikan Agama di Perguruan Tinggi Umum). Cakrawala Pendidikan.

Naamy, N., & Hariyanto, I. (2021). Moderasi Bergama di Ruang Publik Dalam Bayang-Bayang Radikalisme. Shophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir, 53.

Nazar Naamy, I. H. (2021). Moderasi Beragama di Ruang Publik Dalam Bayang-Bayang Radikalisme. Sophist: Jurnal Sosial Politik Kajian Islam dan Tafsir.

Nughroho, M. A. (2016). Pendidikan Islam Berwawasan Mutikultural: Sebuah Upaya Memabangun Pemahaman Keberagamaan Inklusif pada Umat Muslim. Mudarrisa Jurnal Kajian Kependidikan Islam, No. 1.

Philips, G. (2016). Melampaui Pluralisme. Malang: Pusat Studi Agama dan Multikulturalisme.

Richard, Y., & Halomoan, S. (2021). Beyond Pluralism: Pendekatan Open Integrity Gerardette Philips Sebagai Sebuah Upaya Dialog Pluri-Religius dalam Berteologi Interreligius di Indonesia. Jurnal Aradha, Vol.1, 2.

Salleh, K., & Abd Kahar, Y. M. (2016). Element of Inter-Reigius Understanding in Islamic and Moral Education Curriculum. Islamiyyat, 38.

Suripto. (2017). Teologi Pendidikan Mutikultural. Edukasi.

Susanto, E. (2014). Spiritualisasi Pendidikan Agama Islam Menuju Keberagamaan Inklusif-Pluralisik. Jurnal Nuansa.
Published
2022-06-25
How to Cite
MUHAMMAD, R., & IMRONUDIN, I. (2022). PENDIDIKAN INTER-RELIGIUS: WACANA MODERASI BERAGAMA DI RUANG PUBLIK. Raudhah Proud To Be Professionals : Jurnal Tarbiyah Islamiyah, 7(1), 41-54. https://doi.org/10.48094/raudhah.v7i1.157